Sinopsis Drama Korea Start Up

**"Start-Up"** adalah drama Korea tahun 2020 yang menggabungkan kisah cinta, teknologi, dan perjuangan meraih impian di dunia start-up. Drama ini dibintangi oleh Bae Suzy sebagai Seo Dal-mi, Nam Joo-hyuk sebagai Nam Do-san, Kim Seon-ho sebagai Han Ji-pyeong, dan Kang Han-na sebagai Won In-jae. Berlatar di dunia perusahaan rintisan (start-up) yang kompetitif, cerita ini mengeksplorasi mimpi besar, hubungan keluarga, cinta segitiga, serta tantangan membangun perusahaan dari nol.
drama korea startup

### **Sinopsis Panjang**:


Seo Dal-mi (Bae Suzy) adalah seorang wanita muda dengan mimpi besar untuk menjadi seperti Steve Jobs, salah satu pengusaha teknologi paling sukses. Meskipun latar belakangnya sederhana dan hidupnya tidak mudah, Dal-mi memiliki tekad yang kuat untuk membuktikan kemampuannya. Dal-mi kehilangan ibunya pada usia muda ketika orang tuanya bercerai, dan dia memilih tinggal bersama ayahnya, seorang pria yang bermimpi untuk memulai perusahaan teknologi sendiri. Sayangnya, ayah Dal-mi meninggal sebelum bisa mewujudkan mimpinya, meninggalkan Dal-mi tanpa figur orang tua. Kematian ayahnya menjadi motivasi utama bagi Dal-mi untuk mengejar impian sebagai seorang pengusaha.


Setelah perceraian orang tuanya, Dal-mi dan kakaknya, Won In-jae (Kang Han-na), berpisah. In-jae memilih tinggal bersama ibu mereka, yang kemudian menikah lagi dengan pria kaya. In-jae tumbuh dengan banyak keistimewaan dan kesempatan, berbanding terbalik dengan Dal-mi, yang harus bekerja keras sejak usia muda. In-jae menjadi seorang wanita sukses yang memimpin perusahaan sendiri, tetapi dia merasa tidak puas dengan kenyataan bahwa kesuksesannya sebagian besar didukung oleh ayah tirinya.


Dal-mi dan In-jae memiliki hubungan yang penuh dengan persaingan dan ketegangan. Meskipun mereka adalah saudara, mereka tidak dekat, dan persaingan ini terus berlanjut dalam perjalanan mereka masing-masing menuju kesuksesan di dunia start-up. Dal-mi ingin membuktikan bahwa meskipun dia tidak memiliki latar belakang pendidikan atau kekayaan seperti kakaknya, dia masih bisa sukses dengan kerja keras dan semangat.


Sementara itu, ada kisah menarik di masa lalu Dal-mi yang memengaruhi banyak keputusan dalam hidupnya. Setelah perceraian orang tuanya, Dal-mi sangat kesepian dan merasa sedih. Untuk menghiburnya, neneknya, Choi Won-deok (Kim Hae-sook), memutuskan untuk membuat sebuah surat palsu dari "sahabat pena" yang bernama Nam Do-san. Nama ini diambil secara acak dari koran yang kebetulan menyebut seorang anak muda jenius bernama Nam Do-san yang memenangkan penghargaan matematika.


Namun, surat-surat tersebut sebenarnya ditulis oleh Han Ji-pyeong (Kim Seon-ho), seorang anak yatim piatu yang tinggal bersama nenek Dal-mi. Saat itu, Ji-pyeong adalah remaja cerdas yang hidup mandiri dan berjuang untuk bertahan hidup. Karena kebaikan nenek Dal-mi, Ji-pyeong setuju untuk membantu menulis surat-surat tersebut. Dalam prosesnya, dia diam-diam mulai menyukai Dal-mi meski mereka tidak pernah bertemu.


Beberapa tahun kemudian, Dal-mi yang dewasa masih menyimpan kenangan indah tentang Nam Do-san, yang dia yakini sebagai cinta pertamanya. Ketika Dal-mi mengetahui bahwa Nam Do-san adalah seorang pengusaha muda yang sedang membangun start-up, dia sangat ingin bertemu dengannya. Namun, dia tidak tahu bahwa Do-san yang asli tidak ada hubungannya dengan surat-surat yang pernah dia terima.


Di sisi lain, Nam Do-san (Nam Joo-hyuk) yang asli adalah seorang jenius matematika yang berhasil memenangkan penghargaan nasional di masa lalu, tetapi hidupnya sekarang tidak sesuai dengan harapan orang-orang di sekitarnya. Setelah lulus kuliah, Do-san bersama dua sahabatnya memulai sebuah start-up bernama Samsan Tech, tetapi perusahaan tersebut mengalami banyak kesulitan dan gagal menghasilkan keuntungan. Do-san adalah pria yang pemalu, canggung, dan merasa kehilangan arah. Dia tertekan karena perusahaan yang ia bangun dari nol tidak berjalan sesuai rencana, dan reputasinya sebagai "anak ajaib" telah lama memudar.


Ketika Dal-mi mencari Do-san untuk bertemu, Ji-pyeong yang merasa bersalah karena kebohongan masa lalu, mendekati Do-san dan meminta bantuannya. Ji-pyeong, yang kini telah menjadi investor sukses di bidang start-up, menawarkan bantuan kepada Do-san agar berpura-pura menjadi pria yang pernah menulis surat kepada Dal-mi. Meskipun awalnya ragu, Do-san setuju karena kesempatan ini juga memberikan peluang baginya untuk menyelamatkan Samsan Tech dari kebangkrutan.


Dal-mi akhirnya bertemu dengan Do-san, dan meskipun awalnya hubungan mereka canggung karena kebohongan yang melibatkan mereka, Dal-mi merasa tertarik pada Do-san yang tampak jujur dan tulus. Do-san, yang tidak pernah memiliki kepercayaan diri dalam kehidupan sosial maupun bisnis, mulai terinspirasi oleh semangat dan keberanian Dal-mi.


Seiring waktu, Do-san dan Dal-mi menjadi rekan bisnis saat mereka bergabung dalam Sandbox, sebuah inkubator start-up yang membantu pengusaha muda untuk mengembangkan perusahaan mereka. Namun, kehadiran Ji-pyeong yang juga berinvestasi dalam start-up Dal-mi menambah ketegangan dalam hubungan mereka. Ji-pyeong, yang diam-diam mencintai Dal-mi sejak dulu, berjuang antara keinginan untuk jujur dan rasa bersalah karena telah menipu Dal-mi dengan surat-surat palsu. Sementara itu, Do-san yang mulai jatuh cinta pada Dal-mi harus menghadapi dilema karena dia bukanlah "Nam Do-san" yang Dal-mi bayangkan selama ini.


Cerita ini tidak hanya berfokus pada cinta segitiga antara Dal-mi, Do-san, dan Ji-pyeong, tetapi juga tentang perjalanan mereka membangun perusahaan dari awal, menghadapi tantangan dalam bisnis, serta menghadapi masalah pribadi dan profesional. Dunia start-up digambarkan dengan realistis, dengan penekanan pada kompetisi, inovasi, dan tantangan membangun perusahaan teknologi dari nol.


Dalam perjalanannya, Dal-mi harus menghadapi persaingan dengan kakaknya, Won In-jae, yang juga memiliki ambisi besar di dunia bisnis. Kedua saudari ini tidak hanya bersaing dalam dunia profesional, tetapi juga berusaha menyelesaikan masalah pribadi yang telah lama mereka abaikan. Sementara In-jae tampak memiliki segalanya, dia merasa bahwa kesuksesannya tidak sepenuhnya miliknya, dan dia iri pada Dal-mi yang memiliki kebebasan untuk bermimpi dan membangun sesuatu dari awal.


**"Start-Up"** menyoroti pentingnya ketekunan, mimpi, dan hubungan antar manusia di tengah dunia teknologi yang kompetitif. Drama ini penuh dengan momen-momen inspiratif tentang kerja keras dan inovasi, namun juga menampilkan sisi emosional dan personal dari para karakternya. Dalam perjalanannya, Dal-mi, Do-san, Ji-pyeong, dan In-jae masing-masing menghadapi tantangan yang memaksa mereka untuk tumbuh, baik sebagai profesional maupun sebagai individu.

Comments